Wednesday, January 6, 2016

Menanam buah naga dalam pot


jika anda ingin menikmati buah naga secara gratis, atau menanmnya dalam jumlah yang kecil. Itu mudah saja… anda bisa saja menanamnya dipot. Selain anda bisa menikmati buahnya, buah naga ini juga akan menghiasi rumah nada. Kelebihan yang lain adalah tanaman ini bisa anda pindah-pindah sesuai keinginan anda..
1. Menyiapkan Pot
Anda bisa menggunakan berbagai jenis pot dari bahan semen, plastic, tanah liat atau drum bekas yang dipotong. Tetapi menurut pengalaman, pot dari bahan tanah liat adalah yang paling ideal karena tanaman buah naga membutuhkan perubahan suhu yang drastic dari siang ke malam dalam proses pembungaan. Ukuran pot yang digunakan semakin besar semakin baik, minimal berdiameter sekitar 40cm.

2. Menyiapkan Tiang Panjatan
Tanaman buah naga membutuhkan tiang panjatan untuk menopang supaya tidak roboh. Nantinya tiang ini akan dililit akar udara dan akan menopang beberapa cabang produksi yang berat yang tentu saja perlu dipilih dari bahan yang kuat tetapi juga perlu diperhatikan jangan sampai pot tidak bisa menahan beban berat tiang panjatan.

ilustrasi CARA MENANAM BUAH NAGA DI POT
Sebaiknya tiang panjatan dibuat dari besi beton berdiameter 8-10 cm, atau balok kayu yang kuat dan tahan lama karena usia buah naga yang bisa mencapai puluhan tahun. Tinggi tiang antara 150-200 cm disesuaikan dengan besar pot. Pada bagian bawah tiang diberi kaki-kaki penguat agar nantinya bisa kuat dan tidak mudah goyah. Untuk tiang dari besi beton, bagian yang terpendam dalam tanah bisa diberi aspal untuk menghindari karat. Untuk bagian atas tiang diberi piringan yang berbentuk seperti stir mobil yang berfungsi untuk menyangga cabang-cabang produksi yang banyak.
 
3. Media Tanam
Setelah pot dan tiang panjatan sudah selesai disiapkan, selanjutnya adalah menyiapkan media
tanam. Bahan-bahannya adalah pasir, tanah, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 2:1:3:1. Anda juga bisa menambahkan bubuk batu bata merah secukupnya dan dolomit (kapur pertanian) sebanyak 100 g dicampur rata dengan bahan-bahan tersebut. Kemudian media tanam disiram dengan air hingga kondisi jenuh dan dibiarkan selama sehari semalam.

4. Penanaman bibit
Bibit sebaiknya dipilih yang besar, dari batang tua yang berwarna hijau tua keabuan dan bebas dari penyakit. Idealnya panjang bibit yang ditanam minimal 30 cm. Selanjutnya bibit ditanam disekitar tiang panjatan dengan kedalaman 10 cm, jangan terlalu dalam karena akan mengakibatkan pertumbuhan yang kurang bagus. Setelah ditanam media tanam ditekan-tekan agar bibit tidak mudah roboh. Selanjutnya media tanam disiram dengan air dan diletakkan ditempat terbuka tidak ternaungi yang terkena sinar matahari langsung.

5. Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman buah naga yang ditanam di pot tidak jauh beda dengan buah naga yang ditanam dikebun yaitu meliputi pemupukan, penyiraman dan pemangkasan cabang yang tidak diperlukan ( untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di http://www.buahnaga.us ) .Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah tanaman dipastikan menempel dengan baik pada tiang panjatan dan tidak roboh, oleh karena itu perlu dilakukan pengikatan batang buah naga pada tiang dengan menggunakan tali atau kawat dengan bentuk ikatan seperti angka ‘8’ tidak boleh terlalu kencang karena bisa merusak batang atau cabang seiring pertumbuhannya yang semakin membesar.
 
 

Menanam Tabulampot Rambutan

 

Penanaman Rambutan Dalam Pot-Sesudah cangkokan dipotong, kurangilah daunnya hingga setengahnya untuk kurangi penguapan. Bila bibit terlampau tinggi bisa kita potong supaya tanaman yang baru ditanam nanti tak kerap tergoyang lantaran angin/penyiraman. Penanaman yang baik dikerjakan saat suhu hawa tidak terlampau panas (pagi/sore).
Lubangi media tanam seukuran pembungkus akar cangkokan, buka plastik pembungkus akar cangkokan lalu bibit dapat kita tanam dalam pot. Tempatkanlah tanaman ditempat yang tidak terkena cahaya matahari segera sepanjang lebih kurang 1 minggu atau hingga tanaman tumbuh tunas baru, kemudian dengan cara bertahap tanaman dapat kita geser ditempat yang terkena cahaya matahari penuh.

Tanaman buah dalam pot (tabulampot) saat ini telah tidak asing lagi untuk beberapa penggemar tanaman. Bermacam tanaman buah yang dahulu cuma ditanam di halaman yang luas, saat ini banyak ditanam orang didalam pot. Tetapi, kelihatannya tidak beberapa orang yang melirik tabulampot rambutan. Mengapa?
Jujur diakui, tabulampot rambutan kerapkali mogok berbuah, juga tidak sempat berbuah sekali juga. Jadi, mati sebelum saat berbuah. Walau sebenarnya, tanaman rambutan dalam pot sebenarnya dapat membuahkan buah, asal kita ketahui rahasianya.

Rambutan (Nephellium lappaceum) datang dari Malaysia serta Indonesia. Kerabat dekatnya diantaranya leci (N. litchi) serta kepulasan (N. mutabile). Sentral tanaman rambutan menyebar di beberapa daerah, seperti Bogor, Subang, Bekasi, Purwakarta, Semarang, Banyumas, Purbalingga, Purworejo, Magelang, Jember, Blitar, serta Lumajang, Sleman, Bantul dan DKI Jakarta, terutama di Pasar Minggu.
Di negeri kita banyak varietas rambutan, tak tahu itu varietas lokal ataupun varietas unggul. Untuk varietas lokal, sebut umpamanya Aceh Gundul, Aceh Gula Batu, Aceh Gendut, Aceh Kuning, Aceh Padang Bln., Aceh Garing, Aceh Pao Pao, Aceh Kering Manis, Simacan, Sitangkue, Sinyonya, Brahrang, Hape, dsb. Sedang yang unggul, sedikitnya ada 8 varie¬tas, diantaranya Rapiah, Lebak Bulus, Anta Lagi, Sibongkok, Sibatuk Ganal, Garuda, Nona, serta Binjai.
 

PILIH VARIETAS BINJAI 
Pertanyaannya, varietas mana yang bakal kita tentukan untuk ditanam dalam pot? Belajar dari pengalaman, nyatanya varietas Binjai yang “cocok” ditanam dalam pot. Argumennya, lebih cepat berbuah dibanding varietas lain. Terlebih bila bibitnya datang dari okulasi, yang dapat berbuah kurang dari satu tahun. Varietas Binjai juga mempunyai keindahan sendiri. Ia mempunyai 4 – 5 cabang serta karenanya lebih rimbun. Buahnya juga ngelotok serta manis.
Umumnya, wadah tanam tabulampot yaitu pot dari tanah liat. Ukurannya bergantung keadaan bibit yang akan ditanam. Umpamanya, untuk bibit setinggi 50 cm, dapat dipakai pot berdiameter 30 cm.
Tetapi, untuk tabulampot rambutan, baiknya pakai wadah tanam berbentuk drum. Ukuran drum baiknya agak besar, karena ukuran bibitnya juga agak besar. Untuk dasar, pakai bibit rambutan Binjai setinggi 60 – 75 cm dengan diameter drum seputar 50 – 60 cm. Drum ini mesti di beri lubang-lubang kecil dibagian dasarnya, lalu di beri ganjalan berbentuk batu bata atau batako, hingga pembuangan air penyiraman lancar. Sampai kini, banyak variasi media tanam untuk tabulampot.

Umpamanya kombinasi tanah gembur, pasir, serta pupuk kandang dengan perbandingan 5 : 1 : 2. Ada juga kombinasi pupuk kandang, pasir, serta sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ma sih ada lagi kombinasi tanah serta pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2, atau kombinasi sekam serta pasir dengan perbandingan 1 : 1.
Yang butuh di ketahui, tabulampot benar-benar peka pada media tanam yang memadat, yang menyebabkan daun cepat jadi kering lalu rontok. Oleh karenanya, dianjurkan memakai media tanam berbentuk pupuk kandang semuanya. Tambah baik lagi bila pupuk kandang tadi di beri insektisida Furadan 3 G sejumlah 100 gram per drum. Ini untuk menghindar serangan hama.
TAHAP-TAHAP MEMASUKKAN PUPUK KANDANG KE DRUM
Pertama, masukkan pecahan batu bata ke basic drum sampai meraih seperempat sisi drum.
* Diatas susunan batu bata, isikan selapis ijuk atau humus atau
daun-daun kering.
* Masukkan pupuk kandang sampai meraih 2 cm dibawah bibir
drum.
* Siram sampai cukup basah.

MOGOK BERBUAH?
Keluhan kerap nampak saat tabulampot rambutan tidak ingin
berbuah lagi. Juga, seumur-umur cuma berbuah sekali serta kemudian macet. Walau sebenarnya, perawatan telah dikerjakan. Terhitung penyiraman serta pemupukan. Bila hadapi problema seperti itu, janganlah cepat-cepat putus harapan! Tanaman tetap dapat direkayasa, kok.
Langkahnya, mengeluarkan tanaman dari drum, amati keadaan fisiknya, lalu pangkas beberapa daunnya. Kemudian, tanam segera di tanah. Sesaat itu, siapkan juga media tanam (pupuk kandang) yang baru. Apabila telah terlihat tunas-tunas baru, pindahkan tanaman dari tanah lapang ke drum. Mudah kan?

CARA MENANAM BIBIT DALAM POT 
Siram media tanam dalam polybag, lalu sobek, serta mengeluarkan bibit berbarengan tanahnya. Apabila akar, daun, serta cabang terlihat panjang, baiknya dipangkas.
1. Gali media dalam drum membuat lubang. Cocokkan ukuran lubang dengan ukuran perakaran bibit rambutan.
2. Imbuhkan pupuk NPK, dengan perbandingan 15 : 15 : 15, sejumlah 100 gram, lalu aduk-aduk sampai rata.
3. Masukkan bibit ke lubang dalam drum. Pelan-pelan, tekan tanah di bagian pangkal bibit pelan-pelan.
4. Siram hingga cukup basah.
5. Untuk sesaat saat, beri tutup kantung plastik transparan dan
tempatkan ditempat yang teduh. Bila telah tumbuh tunas-tunas baru,
singkirkan tutup.

TIPS PERAWATAN 
Aspek perawatan sering diabaikan. Walau sebenarnya, benar-benar utama serta sering jadi kunci kesuksesan penanaman tabulampot rambutan.
Perawatan apapun yang perlu kita kerjakan?
1. Penyiraman
Di musim kemarau, penyiraman benar-benar butuh. Bila menggunakan air PAM, yang umumnya memiliki kandungan kaporit, baiknya endapkan dahulu semalam, serta baru esoknya disiramkan. Tetapi, upayakan betul-betul jangan sempat air siraman menggenang kian lebih 12 jam. Genangan air dapat merangsang munculnya penyakit busuk akar.

2. Penggemburan
Ingat, upayakan media tanam tak memadat. Pemadatan media umumnya berlangsung lantaran penyiraman yang terlalu berlebih. Kemudian, kerjakan penggemburan dengan memakai sekop kecil. Hati-hati, jangan sempat mengakibatkan kerusakan akarnya.

3. Pemupukan
Walau media tanam memakai pupuk kandang, pupuk organik tetap dibutuhkan. Hingga usia 2 th., tiap-tiap 4 bln., imbuhkan NPK (15 : 15 : 15) sejumlah 25 gram per drum. Dari usia 3 th. dan sebagainya, tiap-tiap drum di beri 100 gram NPK (15 : 15 : 15). Langkahnya, benamkan pupuk NPK sedalam 10 cm, lalu siram sampai cukup basah.

4. Pemangkasan
Pemangkasan tabulampot rambutan di samping untuk membuat habitus (kanopi) tanaman supaya terlihat pendek, juga supaya cabang serta pertumbuhannya seimbang. Pemangkasan perdana dikerjakan waktu tanaman berusia kurang dari satu tahun, atau tinggi batang seputar 75 – 100 cm dari permukaan drum. Langkah pemangkasan yaitu, untuk pemangkasan perdana, tentukan 3 cabang primer. Apabila panjang cabang primer meraih 50 cm, pangkas ujungnya sampai tumbuh cabang-cabang sekunder. Tentukan cuma tiga cabang sekunder per cabang primer. Setelah itu, pangkas ujung cabang sekunder hingga tumbuh cabang tersier, serta tentukan cuma tiga cabang tersier. Nah, dari ketiga cabang tersier inilah bakal berlangsung pembungaan serta pembuahan.

Perawatan Rambutan Dalam Pot
Perawatan yaitu mencakup penyiraman, pemangkasan, pemu
pukan, penggemburan media tanam, ingindalian hama & penyakit tanaman dan gulma. Pemangkasan dikerjakan supaya membuat judul tanaman. Tiap-tiap habis dipangkas bakal menimbulkan sebagian tunas baru, tentukan 3 tunas yang sehat untuk ditumbuhkan.
Makin banyak cabang & ranting maka semakin banyak juga tempat keluarnya bunga. Pemangkasan juga dikerjakan untuk buang tunas liar/tunas yang sakit serta kurang produktif. Pemupukan bisa dikerjakan setiap bln.. Pupuk diberikan di sekitar pinggiran pot serta dikerjakan penyiraman setiap usai berikan pupuk.

 

Menanam Tabulampot Nangka Mini

 

Pohon nangka biasanya tumbuh besar di kebun atau di halaman rumah yang luas di pedesaan. Jarang ditemukan di lingkungan rumah di perkotaan, kerena umumnya hanya memiliki lahan terbatas, tak mungkin ditanami pohon nangka yang bisa tumbuh sangat besar. Tapi itu jaman dulu, karena sekarang telah ada varietas nangka yang sosoknya tak terlalu besar, namun mampu berbuah lebat. Namanya nangka mini.
Varietas nangka unggulan ini tidak membutuhkan lahan luas sehingga cukup ideal ditanam di areal sempit di perkotaan. Bahkan ditanam di dalam pot sekalipun (sebagai tabulampot) tetap tumbuh subur dan berbuah lebat.
Tabulampot nangka mini
Sesuai dengan namanya, ukuran buah nangka mini memang tidak sebesar nangka lokal pada umumnya. Namun karena dapat berbuah lebat, menjadi menarik dibudidayakan. Selain itu, indah pula sebagai penghias halaman.
Tabulampot nangka miniTanaman ini sesungguhnya dapat tumbuh besar dan tinggi seperti pada umumnya pohon nangka (Artocarpus heterophyllus), ketinggiannya bisa mencapai sekitar 20 meter. Namun karena cepat berbuah (sekitar 2-3 tahun dari biji) maka terkesan sebagai pohon nangka berukuran kecil (mini).

Perawatan Tanaman Nangka Mini

Pohon nangka tak membutuhkan perawatan rumit. Bahkan umumnya di pedesaan hampir tak dilakukan perawatan sama sekali. Hanya sekali-kali dilakukan pemangkasan dahan pohon, itupun tujuannya untuk mengambil daun untuk pakan kambing.
Namun saya tetap menyarankan untuk melakukan pemangkasan secara rutin. Terutama pada dahan pohon yang mengarah ke atas. Ketinggian tajuk teratas sebaiknya di jaga maksimal setinggi 3 meter, agar pohon tak tumbuh terlalu tinggi sehingga menyulitkan melakukan panen buah.
Pemangkasan juga bertujuan untuk menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman yang tidak produktif. Sehingga suplai nutrisi akan beralih pada pertumbuhan generatif berujud buah nangka yang menggelantung di batang utama.
Pemupukan cukup dilakukan secara organik dengan menaburkan pupuk kandang di sekitar perakaran pohon.

Tabulampot Nangka Mini

Di halaman depan rumah mangKoko di Semarang terdapat satu batang tabulampot nangka mini. Ditanam sejak sekitar 1,5 tahun lalu. Bibit berasal dari salah satu kios penjual tanaman hias yang banyak terdapat di sepanjang Jl. Arteri Soekarno Hatta Semarang.
Waktu dibeli dulu sudah terlihat ada babal (pentil buah nangka) menggelantung di batang utama. Namun beberapa hari setelah sampai di rumah, babal tersebut rontok.
Beberapa bulan kemudian terlihat bunga-bunga nangka bermunculan kembali. Namun kemudian rontok juga, tak tersisa. Kemungkinan tanaman sedang dalam tahap belajar berbuah.
Pentil buah nangka mini (babal)
Pada pembungaan ke tiga, barulah dapat bertahan membesar hingga berukuran sekitar 25 x 15 cm dan berat mencapai 1,5 Kg. Namun sebagian buah tak bertahan pula hingga matang. Tangkai buah terlihat mengerut dan jatuh sebelum cukup tua. Entah kenapa hal itu terjadi …

 


Teknik Menanam Tanaman Buah Durian Dalam Pot


         TABULAMPOT adalah akronim dari Tanaman Buah dalam Pot dan istilah ini baru populer beberapa tahun belakangan ini. Kita akan membahas mengenai cara menanam buah durian dalam pot. Siapa tidak tertarik dengan rasa legit buah durian? Ya, buah satu ini sangat digemari orang karena kelezatan dan kelegitan buah yang tiada duanya ini. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang ketagihan mengonsumsi buah berkulit duri ini. Pamor buah berduri ini kian melonjak seiring cita rasa manis dan legitnya yang mendunia. Bahkan, durian memperoleh sebutan rajanya buah-buahan. Tidak hanya itu, cara menanam durian dalam pot yang mudah dan praktis.

orang-orang juga banyak yang ingin membudidayakan sendiri durian di pekarangan rumah atau kebun. Untuk itu, ada

Seiring kemajuan zaman termasuk bisnis tanaman buah dalam pot yang mulai berkembang maka banyak orang yang menyebut istilah budidaya durian dalam pot dengan sebutan tabulampot (tanaman buah dalam pot). Memang, durian bukan jenis tanaman yang mudah ditanam pada media pot. Cara menanam durian dalam pot membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Menanam durian yang baik sebenarnya langsung di media tanam langsung pada tanah. Banyak hal yang bisa menyebabkan kegagalan menanam durian di media seperti itu. Hanya saja, durian masih bisa tumbuh di media tabulampot.

      Cara menanam durian dalam pot tidak segampang seperti di tanah langsung. Biasanya, durian yang ditanam di pot bunganya sulit untuk tumbuh maksimal. Bahkan sampai menjadi buah yang matang sangat sulit. Tidak jarang buah hanya bisa bertahan hingga dewasa lalu rontok dengan sendirinya. Menanam durian yang baik membutuhkan media tanam yang luas dan tidak terbatas. Sebab, durian termasuk tipe tanaman yang berakar besar dan memanjang ke samping. Oleh sebab itu, media pot kurang cocok untuk durian.

     Yang tidak boleh dilupakan adalah cara menanam durian dalam pot memerlukan media berupa pupuk kandang serta tanah liat secara seimbang. Ya, jika menggunakan perbandingan yaitu sekitar 1: 1. Artinya, kebutuhan tanah liat dengan pupuk sama. Setelah dirasa cukup
umur, durian siap dipindahkan ke tanah. Sebab, media pot hanya bisa digunakan ketika tanaman kecil hingga beranjak dewasa. Kemudian, durian harus dipindahkan ke tanah yang sebelumnya tanah harus dilubangi. Ukuran lubang disesuaikan dengan ukuran polibag pada pot. Sebelumnya, tanah diberi pupuk buatan sebagai penunjang kesuburan tanahnya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk fosfor berupa TSP dengan takaran 2 sendok makan atau 20 gram.

Pupuk tersebut bertujuan untuk memaksimalkan pertumbuhan akar. Setelah itu, taburkan furadan untuk meminimalisir munculnya patogen pada tanah. Untuk ukurannya hampir sama dengan pemberian pupuk fosfor di atas. Kemudian, seusai tanaman dibenamkan ke dalam tanah, di atasnya diberi lagi pupuk TSP serta furadan dengan dosis serupa. Cara menanam durian dalam pot ini memang dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Dengan begitu, Anda bisa menikmati hasil yang maksimal.

 

MENANAM LENGKENG DALAM POT

MENANAM LENGKENG DALAM POT


Lengkeng juga punya banyak jenis, baik lokal maupun impor. Semua jenis lengkeng umumnya bisa ditanam dalam pot. Beberapa jenis di antaranya, diamond river, itoh, kristal, pingpong, puang rai, dan lengkeng aroma durian.
Kebanyakan bibit lengkeng berasal dari Thailand. Diamond river memiliki daun berwarna hijau cerah dengan panjang 10 cm, buahnya berdaging tebal, berair, biji kecil dan beraroma. Jenis itoh yang ukuran buahnya sebesar uang logam Rp500 memiliki ciri buah mirip diamond river, tapi ukuran daunnya sekitar dua kali panjangnya.keng

Daun kristal mirip dengan daun itoh, berwarna hijau muda dan kurus, dengan buah berdaging setebal 4-5mm, kering,kenyal, dan sangat manis. Yang kini sedang jadi ”idola” danpaling banyak dicari adalah jenis pingpong, dengan daun berbentuk oval dan melengkung ke bawah, warna daun lebih gelap dibanding diamond river.

Sesuai warnanya, jenis ini menghasilkan buah berukuran sebesar bola pingpong, dengan daging tipis, biji besar, kering dan beraroma. ”Semua lengkeng pasti manis.

Tapi, manis atau tidaknya buah biasanya tergantung curah hujan, manisnya berkurang,” lengkeng impor banyak juga yang di kawinsilangkan oleh petani lokal, sehingga menghasilkan jenis baru Semakin besar pohon, semakin banyak buah yang dihasilkannya. Itu pula penyebab makin tinggi pohonnya, makin mahal harganya. Pohon setinggi  1 meter harga nya mulai Rp 300 ribu, sedangkan yang tingginya 2 meter harganya mulai Rp 600 ribu. Lengkeng jenis diamond river dan jenis-jenis lainnya relatif lebih murah, sekitar separuh harga jenis pingpong.

Bila diamond river dan jenis-jenis lain dengan ketinggian pohon 50-70 cm dijual dengan harga sekitar Rp 45 ribu, harga jenis pingpong sekitar Rp 70 ribu. Sedangkan lengkeng rasa durian harganya bisa mencapai dua kali lipat dari pingpong.

Lengkeng ”modern” yang perawatannya tidak sulit, tidak kenal musim panen. Setiap selesai dipanen, pohon langsung siap berbunga. ”Tiga bulan sekali berbuah. Kalau sekarang panen, bulan berikutnya tumbuh daundan berbunga lagi. Jadi, sepanjang tahun bisa berbuah,” Yang terpenting, cara penyiraman harus benar, agar daun tak rontok dan berwarna kuning.

Usia 2-3 bulan atau pohon setinggi sejengkal tangan orang dewasa, lengkeng sudah bisa berbuah, meski buahnya tak banyak dan belum besar. Tabulampot lengkeng setinggi 1,5 m dan bercabang banyak yang ditanam dalam drum bisa menghasilkan 5-8 kg buah dalam sekali panen.
Menanam lengkeng dalam pot membutuhkan trik tersendiri agar tanaman tumbuh subur, meski media tanam dan harganya terbatas. Caranya, letakkan styrofoam setebal 5 cm di bagian dasar pot, mengikuti bentuk pot. Pecahan genting atau batu bata juga bisa menggantikan styrofoam, tapi akan membuat pot lebih berat. Pemasangan ini bertujuan agar air yang disiramkan bisa turun dan keluar dari pot.

Tinggi campuran tanah ini sekitar 20 cm. Masukkan pohon lengkeng, lalu masukkan campuran tanah, pupuk, dan serutan kayu atau sekam sebagai penutup. Terakhir, siram pohon sampai air keluar dari bagian bawah pot.

Untuk perawatan selanjutnya, cukup siram pohon dua hari sekali dan lakukan pemangkasan cabang serta buah. Pohon lengkeng bisa langsung dipindahkan ke pot tanpa harus diaklimatisasi alias disesuaikan dulu dengan cuaca di tempat tanamnya.
Soal wadah yang dipilih untuk menanam, bisa tergantung selera. Drum yang di belah lebih awet selama lima tahun sebagai pot. Namun, pot plastik diameter 70 cm pun boleh. Hanya saja, lebih mudah pecah.

Untuk menghindar hama lengkeng yaitu kutu putih, tutup buah dengan keranjang anyaman bambu. Untuk menghilangkan kutu, semprot dengan insektisida atau sikat daun yang terkena kutu dengan sikat gigi. bila daun yang terkena cukup banyak, rontokkan daun agar segera tumbuh baru.

Agar berbuah Lebat
1. Memangkas
Saat tajuk pertama muncul, disarankan untuk dipangkas agar buah yang dihasilkan bisa rindang alias tidak tinggi.
2. Menyiram
Cara menyiram harus benar, karena voleme media tanamnya tak banyak. Jadi, dua hari sekali harus disiram sampai airnya keluar meluber dari pot bagian bawah.
3. Pupuk
Selalu gunakan pupuk kandang, agar hasilnya lebih baik dan pohon tumbuh subur. Untuk tabulampot, setiap 3 bulan sekali (minimal 6 bulan sekali) ambil separuh tanah yang jadi media tanamnya, masukkan pupuk kandang ke dalam pot dan tutup lagi dengan sedikit tanah. Siram dengan air sampai tanah benar-benar basah. Cara ini akan membuat daun muda cepat tumbuh, sehingga cepat berbunga. Pupuk kimia seperti NPK boleh digunakan, tapi cukup sedikit saja, sebulan sekali.

Penggunaan potasium klorat yang dikenal sebagai bahan pledak juga bisa digunakan untuk merangsang pertumbuhan bunga, walaupun lengkeng sebetulnya tetap bisa berbuah tanpa harus dirangsang. Penggunaan pupuk kimia justru membuat tanah jadi keras.

4. Perontokan
Umumnya, lengkeng pada pembuahan pertama dagingnya kurang tebal. Ketebalan daging baru bisa dilihat setelah lengkeng 2-3 kali berbuah. Agar mendapatkan buah yang maksimal, rontokkan bunga yang pertama kali muncul. Sehingga, cabang akan bertambah dan bunga akan makin banyak. Bila bunga kedua sudah muncul tapi cabang belum ada, bunga bisa kembali dirontokkan.
5. Ganti Media
Masa produktif tabulampot lengkeng adalah usia 3-10 tahun. Agar tetap produktif selama masa itu, setidaknya setahun sekali ganti media tanamnya agar tidak keras, atau beri pupuk kandang.
6. Cangkok
Tabulampot yang sudah tinggi dan besar bisa dicangkok untuk dijadikan beberapa tanaman baru. Sehingga cabang yang tumbuh tak akan besar, karena bagian atasnya sudah dipangkas dan pohon jadi rimbun.